Jumat, 25 Februari 2011

Sindrom Akhir Bulan

Saya tidak tahu apakah semua atau sebagian perempuan mengalami sindrom yang saya alami atau hanya saya yang mengalami sindrom ini ketika akhir bulan, ciri-ciri antara lain :
1. Lebih mellow;
2. Tingkat emosional meningkat;
3. Sakit kepala;
4. Daya tahan tubuh berkurang (mis: gampang kena flu atau cepat lelah);
5. Tekanan darah meningkat.

Ciri-ciri di atas biasanya kembali normal ketika saya gajian. Saya juga bingung apa ini disebabkan karena uang yang sudah menipis atau apa, tapi memang sudah sekitar 3 bulan ini saya mengalaminya. Kira-kira temen-temen pernah mengalaminya juga ga yah?

Kebetulan akhir bulan ini saya mendapatkan award dari mba Reni dan bisa menghibur saya yang kebetulan selalu mellow setiap akhir bulan...he...he... (lebay bgt nih saya)
Award ini aku berikan kembali kepada Mba Winny, Mba Misfah, Bunda Shisil, BundaDzakyFai, Mba Elsa, silahkan dijemput yah :)

Senin, 14 Februari 2011

Partner Hidup


Saya lebih senang menyebut hubungan suami istri sebagai partner hidup. Jika diibaratkan sebuah tim, suami dan istri berperan sebagai partner dalam sebuah tim yang harus saling bekerjasama untuk menyelesaikan target. Ibarat sebuah tim, tentunya suami dan istri ini memiliki tugas masing-masing yang harus diselesaikan bahkan tak jarang saling membantu menyelesaikan tugas agar target yang ingin dicapai dapat terpenuhi.

Tak jarang sang istri harus membantu sang suami menopang kehidupan ekonomi keluarga, tapi apakah sang suami mau membantu sang istri mencuci pakaian, menjaga anak dan melakukan pekerjaan rumah?

Setelah pulang bekerja sang istri selalu menyiapkan makanan untuk sang suami dan melayani kebutuhan sang suami walaupun sang istri lelah setelah bekerja, tapi apakah sang suami mau mengambilkan makan, minum dan memijat sang istri disaat sang istri sakit atau kelelahan?

Tak jarang sang suami pulang terlambat atau meninggalkan keluarga disaat libur hanya untuk besosialisasi dengan teman-temannya, lalu apakah sang istri tidak berhak bersosialisasi?

Ini hanyalah contoh-contoh kecil sebagai bahan introspeksi kita dalam hidup berpasangan terlepas peran kita sebagai suami ataupun istri. Tapi sebagai seorang manusia kita mempunyai kebutuhan yang sama bukan? Tentunya disesuaikan dengan kondisi keluarga.

Sumber gambar disni

Jumat, 04 Februari 2011

Senin, 31 Januari 2011

3001


"Jika ajal telah datang, maka usia tidak dapat ditunda dan tidak pula ia dapat dipercepat."
(QS 7: 34)

Terima kasih karena Engkau telah memberiku kesempatan kembali untuk selalu memperbaiki diri dengan menambah usiaku.
Terima kasih atas segala kemudahan dan nikmat yang telah Engkau berikan.
Semoga aku dapat selalu menjadi perempuan yang sabar dan bersyukur dalam mengahadapi segala cobaan-Mu.
Dan semoga Engkau menjadikan aku seorang anak, kakak, istri dan ibu, serta teman yang baik dan berguna bagi orang-orang di sekitarku
Amin...

Sumber gambar diambil disini

Kamis, 20 Januari 2011

Kaki Terpanggang


Beberapa hari yang lalu, saya, Chusaeri dan Ayah Chusaeri pergi ke salah satu minimarket dekat kampus IPB. Seperti biasa kami menggunakan motor untuk bisa sampai ke tempat tujuan kami untuk membeli susu. Sesampainya kami di parkiran, saya sungguh tak menyangka, Chusaeri yang duduk di depan turun dan kakinya tersangkut dan menyebabkan kakinya menganai mesin motor yang tentunya sangat panas.

Dia sempat mengangis kesakitan tapi untungnya cuma sebentar dan kami akhirnya bergegas membeli obat luka bakar di apotik terdekat. Eri memang sering banget kalau berjalan kesandung, saya gak tau keseimbangan tubuhnya yang kurang atau apa.

Sesampainya di rumah, Eri sempat panik ketika mau diobatin, tapi untungnya dia inget kata mbak penjual obat kalau obatnya rasanya dingin jadi gak akan sakit. Anak saya ini memang ada-ada aja...

Rabu, 12 Januari 2011

Ketabahan Seorang Ibu

Bersyukur sekali kita sebagai Ibu yang diberikan anak yang dilahirkan dalam kondisi normal (sempurna) oleh Allah SWT, sedangkan di luar sana banyak Ibu yang harus membesarkan anak-anak yang dicintainya dalam kondisi yang tidak seperti anak-anak lainnya.

Beberapa hari yang lalu, saya satu angkot dengan orang tua yang kebetulan anaknya menderita Hidrosefalus. Saya yang melihat kondisi anaknya sungguh tidak tega dan ingin menangis rasanya melihat kepala yang besar tidak mampu ditopang sendiri oleh badan sang anak yang kurus dan harus dibantu ditopang oleh tangan sang Ibu. Selama perjalanan, saya mengamati mereka tanpa berkata apapun. Sang Ibu sungguh tidak memperlihatkan raut kesedihan pada sang anak dan terus mengajak anaknya bercanda agar sang anak terus tersenyum.

Saya mengerti sungguh berat beban sang Ibu pastinya, tapi beliau sungguh sangat tabah dalam mengahadapi segala cobaan dari Allah ini dan selalu berusaha untuk tersenyum pada sang anak. Saya pernah lihat tayangan televisi, bahwa orang yang sedang sakit kanker atau sakit yang berat apapun paling tidak suka dijenguk oleh orang-orang yang memperlihatkan raut kesedihan dan prihatin terhadap kondisi sang penderita penyakit. Mungkin inilah yang coba dipraktekkan oleh sang Ibu, selalu memperlihatkan senyuman seperti tidak terjadi apa-apa.

Beberapa hari yang lalu juga saya melihat blog Baby Dija tentang Sausan yang menderita kanker dan memerlukan bantuan kita semua. Untuk info lengkapnya bisa dibaca di blog Kak Mila.

Bantuan dana dapat disalurkan ke:
rekening a/n Arief Muslim (Ayahnya Sausan) BCA ACC. 1281362025 atau Bukopin ACC. 0101048377

Semoga mereka semua cepat sembuh dan dikuatkan oleh Allah...amin...

Sumber gambar disini

Rabu, 05 Januari 2011

Ada Apa Dengan Eri?


Sejak hari Senin hingga hari ini, Chusaeri selalu rewel jika saya berangakat bekerja. Padahal biasanya dia tidak pernah seperti ini. Sejak hari senin pulalah, dia tidak mau makan di siang hari dan sore hari. Chusaeri hanya mau makan pagi dan sisanya minum susu.

Saya lihat mulutnya tidak sariawan, dia memang sedang batuk tapi biasanya tidak begini. Ada apa yah dengan Chusaeriku ini? Teman-teman tolong berikan solusi apa yang harus saya lakukan yah :)