Senin, 21 Maret 2011

Quote

"Cinta memang tidak bisa membuat perut kenyang, tapi cinta seharusnya bisa membuat kita berusaha membuat perut keluarga kita kenyang."


Jumat, 18 Maret 2011

Update: Eri

Sejak hari Sabtu siang minggu kemarin Chusaeri panas, saya pikir ini panas biasa karena memang semenjak Eri saya titipkan ke tetangga semenjak 2 minggu terakhir memang setiap hari Sabtu biasanya panas. Tapi Sabtu minggu lalu sepertinya tidak seperti Sabtu biasanya. Dia sudah tidak mau main dan tidak mau makan, hanya ingin tiduran sambil menonton televisi. Setelah diberikan obat penurun panas, panas tubuhnya turun tapi kembali panas setelah efek obatnya hilang.

Pada malam hari, 30 menit setelah minum susu, Chusaeri saya berikan obat penurun panas, tapi ternyata dia muntah. Saya sungguh panik dan khawatir karena kebetulan di rumah hanya berdua dengan Eri, ayahnya sedang ke Lampung dan ibu saya sedang menemani kakak saya yang belum lama ini melahirkan di Jakarta.

Keesokkan harinya Eri kembali muntah setelah minum obat. Untungnya ibu mertua saya datang dan menunggui Eri sampai dia mau makan (terima kasih ibu mertuaku :)). Alhamdulillah setelah mau makan dan minum obat, panas Eri turun dan dia sudah tidak lemas lagi. Kondisi tubuhnya terus membaik, tapi saya dan ibu mertua saya tetap memutuskan untuk membawa Eri ke dokter spesialis anak langganan kami pada hari Senin.

Pada hari Senin, saya menghubungi tempat praktek dokter tersebut dan dikabarkan dokternya sedang ada di luar kota dan baru praktek kembali bulan depan. Saya jadi bingung, karena hanya dokter spesialis anak tersebut yang cocok dengan anak saya. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan melihat kondisi Eri yang sudah tidak panas dan terus membaik, malah Chusaeri sempat foto-foto saat minum jus, salah satunya foto yang di atas itu. Maka saya memutuskan untuk berobat ke dokter umum langganan kami saja.

Sore harinya, saya dan Eri berangkat ke dokter umum yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah kami. Saya sungguh kaget dengan diagnosa dokter tersebut, ternyata Eri didiagnosa sakit gejala tipes. Mohon maaf yah teman-teman kalau beberapa hari ini saya belum sempat blogwalking...

Selasa, 08 Maret 2011

Quote

"Janganlah persempit manfaat diri,
jadilah laki-laki & perempuan yang punya banyak manfaat."


Senin, 28 Februari 2011

My Blog

Awalnya blog ini dibuat karena banyak waktu luang yang aku punya di kantor. Aku berpikir apa yah hal positif yang bisa aku lakukan? dan aku memutuskan untuk membuat sebuah blog. Selain untuk mengisi waktu luang, blog ini juga untuk melatihku belajar menulis.

Tak disangka melalui dunia blog ini aku banyak mendapatkan informasi yang bermanfaat serta teman-teman yang sangat menyenangkan. Melalui blog ini juga aku bisa menyampaikan keluh kesah serta uneg-uneg yang ada di dalam pikiranku yang terkadang tidak dapat aku ucapkan.

Terima kasih buat seluruh teman-teman yang sudi untuk mampir sekedar menengok blogku bahkan memberikan komentar di postinganku. Berkat kalianlah aku semakin semangat untuk ngeblog. Terima kasih para blogger ^_^

Postingan ini aku ikut sertakan dalam lomba Chika Rei's Give Away.

Jumat, 25 Februari 2011

Sindrom Akhir Bulan

Saya tidak tahu apakah semua atau sebagian perempuan mengalami sindrom yang saya alami atau hanya saya yang mengalami sindrom ini ketika akhir bulan, ciri-ciri antara lain :
1. Lebih mellow;
2. Tingkat emosional meningkat;
3. Sakit kepala;
4. Daya tahan tubuh berkurang (mis: gampang kena flu atau cepat lelah);
5. Tekanan darah meningkat.

Ciri-ciri di atas biasanya kembali normal ketika saya gajian. Saya juga bingung apa ini disebabkan karena uang yang sudah menipis atau apa, tapi memang sudah sekitar 3 bulan ini saya mengalaminya. Kira-kira temen-temen pernah mengalaminya juga ga yah?

Kebetulan akhir bulan ini saya mendapatkan award dari mba Reni dan bisa menghibur saya yang kebetulan selalu mellow setiap akhir bulan...he...he... (lebay bgt nih saya)
Award ini aku berikan kembali kepada Mba Winny, Mba Misfah, Bunda Shisil, BundaDzakyFai, Mba Elsa, silahkan dijemput yah :)

Senin, 14 Februari 2011

Partner Hidup


Saya lebih senang menyebut hubungan suami istri sebagai partner hidup. Jika diibaratkan sebuah tim, suami dan istri berperan sebagai partner dalam sebuah tim yang harus saling bekerjasama untuk menyelesaikan target. Ibarat sebuah tim, tentunya suami dan istri ini memiliki tugas masing-masing yang harus diselesaikan bahkan tak jarang saling membantu menyelesaikan tugas agar target yang ingin dicapai dapat terpenuhi.

Tak jarang sang istri harus membantu sang suami menopang kehidupan ekonomi keluarga, tapi apakah sang suami mau membantu sang istri mencuci pakaian, menjaga anak dan melakukan pekerjaan rumah?

Setelah pulang bekerja sang istri selalu menyiapkan makanan untuk sang suami dan melayani kebutuhan sang suami walaupun sang istri lelah setelah bekerja, tapi apakah sang suami mau mengambilkan makan, minum dan memijat sang istri disaat sang istri sakit atau kelelahan?

Tak jarang sang suami pulang terlambat atau meninggalkan keluarga disaat libur hanya untuk besosialisasi dengan teman-temannya, lalu apakah sang istri tidak berhak bersosialisasi?

Ini hanyalah contoh-contoh kecil sebagai bahan introspeksi kita dalam hidup berpasangan terlepas peran kita sebagai suami ataupun istri. Tapi sebagai seorang manusia kita mempunyai kebutuhan yang sama bukan? Tentunya disesuaikan dengan kondisi keluarga.

Sumber gambar disni

Jumat, 04 Februari 2011