Setiap hari kereta menyusuri rel dengan bangganyaTubuhnya pun masih kokoh
Setiap hari pula ia diperlakukan dengan baik oleh semua orang
Tapi, tiba-tiba ia berjalan jauh keluar dari rel
Hampir seluruh tubuhnya rusak
Perlu waktu yang panjang untuk memperbaikinya
Hingga akhirnya ia kembali
Tak sesempurna dulu
Tapi masih bermanfaat
Kini semuanya telah berubah
Ia berjalan tanpa sebuah kebanggaan
Itulah aku jika diandaikan dengan kereta, aku pernah sangat bangga dengan diriku. Seluruh keluargaku juga bangga kepadaku karena prestasi akademikku juga karena aku adalah anak paling penurut dibandingkan dengan saudaraku yang lain.
Tapi tanpa disangka, aku keluar dari jalur yang sudah ditetapkan oleh Allah. Sampai akhirnya Allah menyadarkanku. Aku menyesal dan berusaha bangkit memperbaiki diri, tapi semua percuma. Karena mereka terlanjur kecewa kepadaku. Apakah aku tak layak mendapatkan perlakuan baik atau bahkan hanya sebuah senyuman???...
^__^ Aku kembali lagi teman-teman, keadaaanku sudah membaik, terima kasih yah sudah mendoakanku dan gak bosen berkunjung ke blogku :))
Gambar diambil dari sini



