Jumat, 05 Agustus 2011

Aku Dan Kereta

Setiap hari kereta menyusuri rel dengan bangganya
Tubuhnya pun masih kokoh
Setiap hari pula ia diperlakukan dengan baik oleh semua orang
Tapi, tiba-tiba ia berjalan jauh keluar dari rel
Hampir seluruh tubuhnya rusak
Perlu waktu yang panjang untuk memperbaikinya

Hingga akhirnya ia kembali
Tak sesempurna dulu
Tapi masih bermanfaat
Kini semuanya telah berubah
Ia berjalan tanpa sebuah kebanggaan

Itulah aku jika diandaikan dengan kereta, aku pernah sangat bangga dengan diriku. Seluruh keluargaku juga bangga kepadaku karena prestasi akademikku juga karena aku adalah anak paling penurut dibandingkan dengan saudaraku yang lain.

Tapi tanpa disangka, aku keluar dari jalur yang sudah ditetapkan oleh Allah. Sampai akhirnya Allah menyadarkanku. Aku menyesal dan berusaha bangkit memperbaiki diri, tapi semua percuma. Karena mereka terlanjur kecewa kepadaku. Apakah aku tak layak mendapatkan perlakuan baik atau bahkan hanya sebuah senyuman???...

^__^ Aku kembali lagi teman-teman, keadaaanku sudah membaik, terima kasih yah sudah mendoakanku dan gak bosen berkunjung ke blogku :))

Gambar diambil dari sini

Jumat, 15 Juli 2011

Mohon Cuti



Terima kasih kepada teman-teman yang sudah blogwalking ataupun memberikan komentar di postingan saya, dan mohon maaf apabila saya belum sempat membalas komentar ataupun blogwalking ke blog teman-teman. Saya mohon cuti dari dunia blogger untuk beberapa saat dikarenakan kondisi kesehatan yang terus menurun dan serangkaian pemeriksaan kesehatan yang harus saya lakukan.

Sekali lagi terima kasih sudah mau menjadi teman saya di dunia maya, sampai berjumpa kembali ^__^

Kamis, 07 Juli 2011

Ternyata Tak Mudah

Sejak saya duduk di bangku SMA, saya sudah mulai berjualan hingga saat ini. Beberapa hari yang lalu saya mulai berjualan online disini, ternyata tidak semudah yang saya pikirkan berjualan online karena saya ingin memberikan kualitas terbaik tapi dengan harga yang terjangkau. Saya sudah mencari-cari pemasok yang bisa memberikan harga termurah dengan kualitas yang bagus tapi ada saja kendalanya.

Mungkin memang dalam berjualan membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi. Semangat... ^__^

Jumat, 10 Juni 2011

Kesempurnaan Manusia

"Sempurnakanlah kemapanan hartamu
dengan kemapanan hati dan perilakumu".


Quote ini sudah pernah saya tulis di postingan sebelumnya, tapi atas saran Mba Elsa quote ini saya tulis lagi dan diikutsertakan dalam Giveaway "Angka 100", Makasih banyak yah Mba Elsa.

Quote ini selalu mengingatkan saya untuk tidak sombong dan merendahkan orang lain apapun pekerjaan dan profesinya. Kebetulan memang semenjak ayah saya meninggal dan kehidupan ekonomi kami berubah banyak orang-orang yang meremehkan keluarga kami. Saya pikir buat apa punya harta yang banyak kalau hanya untuk menyombongkan diri kepada orang lain. Bukankah akan lebih sempurnanya kita sebagai manusia apabila harta kita yang banyak ditunjang dengan akhlak dan hati kita yang baik pula?...

Kamis, 09 Juni 2011

Quote

"Sempurnakanlah kemapanan hartamu
dengan kemapanan hati dan perilakumu."


Jumat, 20 Mei 2011

Mati Rasa

Wah... udah lama banget yah saya ga update blog, makasih yah teman-teman yang masih rajin nengokin blogku ini. Saya ingin menceritakan kejadian beberapa hari lalu yang menurut saya aneh.

Dua hari yang lalu tepatnya hari Rabu, seperti biasa saya pulang bekerja dan turun dari angkutan umum tepat di depan salah satu minimarket yang sudah tersebar di seluruh Indonesia (lebay banget nih kalimatnya he...he...). Dan seperti biasa saya harus menyebrang dari minimarket tersebut menuju jalan masuk menuju rumah saya.

Seperti lazimnya orang menyebrang jalan, saya melihat kanan terlebih dahulu dan melihat jalur kendaraan sebelah kiri sedang jalan perlahan dikarenakan ada pertigaan. Akhirnya menyebranglah saya, di jalur kanan aman, tapi ketika saya menengok ke arah jalur sebelah kiri saya, ternyata ada mobil truk besar yang sedang menyalip dan hampir menabrak saya jika tidak sesegera mungkin saya melangkah mundur.

Seharusnya kejadian tersebut membuat saya ketakutan, tapi yang terjadi adalah saya tidak merasakan perasaan apa-apa dan melanjutkan menyebrang jalan setelah truk itu lewat. Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian memandang saya dengan tatapan yang sangat aneh. Karena pada saat kejadian saya tidak berteriak ataupun panik dan hanya beristigfar dengan pelan. Saya jadi bingung sendiri, kenapa saya seperti orang yang mati rasa yah?...

Sumber gambar disini