Senin, 14 Februari 2011

Partner Hidup


Saya lebih senang menyebut hubungan suami istri sebagai partner hidup. Jika diibaratkan sebuah tim, suami dan istri berperan sebagai partner dalam sebuah tim yang harus saling bekerjasama untuk menyelesaikan target. Ibarat sebuah tim, tentunya suami dan istri ini memiliki tugas masing-masing yang harus diselesaikan bahkan tak jarang saling membantu menyelesaikan tugas agar target yang ingin dicapai dapat terpenuhi.

Tak jarang sang istri harus membantu sang suami menopang kehidupan ekonomi keluarga, tapi apakah sang suami mau membantu sang istri mencuci pakaian, menjaga anak dan melakukan pekerjaan rumah?

Setelah pulang bekerja sang istri selalu menyiapkan makanan untuk sang suami dan melayani kebutuhan sang suami walaupun sang istri lelah setelah bekerja, tapi apakah sang suami mau mengambilkan makan, minum dan memijat sang istri disaat sang istri sakit atau kelelahan?

Tak jarang sang suami pulang terlambat atau meninggalkan keluarga disaat libur hanya untuk besosialisasi dengan teman-temannya, lalu apakah sang istri tidak berhak bersosialisasi?

Ini hanyalah contoh-contoh kecil sebagai bahan introspeksi kita dalam hidup berpasangan terlepas peran kita sebagai suami ataupun istri. Tapi sebagai seorang manusia kita mempunyai kebutuhan yang sama bukan? Tentunya disesuaikan dengan kondisi keluarga.

Sumber gambar disni

15 komentar:

  1. Saya rasa suami istri ibarat yim dan yang, keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi sehingga prinsip keseimbangan tercapai. Kalau berat sebelah maka konsep yim dan yang juga akan tidak seimbang dan apabila sampai tidak terkendali maka akan mengakibatan retaknya hubungan diantara keduanya.

    BalasHapus
  2. teman berbagi suka duka tapi juga masih punya ruang masing-masing yang bertanggung jawab dan ada batasannya untuk bergaul dan bersosialisasi, juga untuk mengerjakan hobby masing-masing yang belum tentu sama contoh istri hobby menyulam masak Bapaknya hobby nyulam juga...he...he...

    BalasHapus
  3. @Halaman Putih, memang segalanya harus seimbang yah... maksaih udah mampir ke blogku :)

    BalasHapus
  4. @Ladyonthemirror, bener banget mbak...kan males juga yah kalau ke salon ditungguin suami pasti bawaannya buru-buru...

    BalasHapus
  5. asswrwb, pagi sis, partner hidup ya, sbg partner ya kudu kompak dung, mesti menyokong kelemahan msg2, n saling memahami. enak bgt dehhh apalagi kl anak2 udah mulai gede, bisa jadi partner yg mesra trss...wkwkkwk

    BalasHapus
  6. saling mengisi dan melengkapi kekosongan/kekurangan masing-masing.

    BalasHapus
  7. Setuju mbak... emang suami istri harus kompak, saling mengerti, saling membantu dan saling menghargai. Dengan begitu rumah tangga akan berjalan dengan baik.

    BalasHapus
  8. Emang sih ada laki2 yg tidak mau tahu urusan rumah tangga, taunya beres saja. Padahal istrinya juga sama repotnya dalam bekerja mencari nafkah.

    BalasHapus
  9. Selamat siang tante... shasa mampir nih.

    BalasHapus
  10. @tiwi, Ha...ha...mba Tiwi lucu bgt komentarnya :)
    @mauna, Setuju bgt mbak, makasih udah mampir ke blogku :)
    @catatan kecilku, Memang harus sama2 saling membantu yah mbak :)

    BalasHapus
  11. @Place to Study, Maksih Shasa :)

    BalasHapus
  12. Mbak.., ada award utkmu. Diambil di : sini

    BalasHapus
  13. wah kalo aku alhamdulillah bgt mb
    hubby mau bantu nyuci, setrika, ngepel, masak juga mau
    malah kalo aku nyetrikanya kelamaan suka diambil alih
    jadi aku cuma nyemprot2 pewangi aja hehehehe

    BalasHapus
  14. idealnya memang seperti itu ya
    suami istri adalah tim yang kompak dalam membangun rumah tangga sampai meraih tujuannya...

    BalasHapus
  15. @astri, wah enak dong yah klo punya suami kompak jg ngurus pekerjaan rumah...
    @Elsa, setuju banget mba :)

    BalasHapus